Firman Allah :
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ
"Sesungguhnya orang-orang yang berkata :
"Tuhan kami adalah Allah..."
kemudian mereka istiqomah / meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata) : "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati, dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.."
(QS : 41.Fusshilat : 30)
Ayat ini mengajarkan kepada kita untuk yakin bertauhid kepada Allah, tidak syirik dan berusaha sekuat tenaga mengerjakan perintahnya, meninggalkan larangannya.
Bila ini dilakukan istiqomah maka dengan izin Allah malaikat akan mendampingi orang tersebut baik di dunia maupun di akhirat, sebagaimana ayat berikutnya :
نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ ۖ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ
"Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat, di dalamnya (surga) kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh apa yang kamu minta.."
(QS : 41.Fushshilat : 31)
Ketika datang kematian bagi orang ini, malaikat mengatakan : "Janganlah kamu merasa takut, dari perkara akhirat yg kamu hadapi, dan janganlah kamu merasa sedih atas perkara dunia yang kamu tinggalkan.."
Para malaikat menjadi pendamping orang yg istiqomah bertauhid dalam kehidupan dunia, menunjukkan, mengarahkan dan melindungi dengan perintah Allah.
Begitu pula malaikat akan mendampingi di saat kematian, mendampingi saat sendiri di alam kubur, ketika ditiup sangkakala, mengamankan pada saat kebangkitan (yaumul ba'ats ) dan perhimpunan serta membawa orang ini melintasi ash shiraath al mustaqim dan menyampaikan nya ke surga.
( Tafsir Ibnu Katsir, tafsir surat Fushshilat : 30-31)
Tentang malaikat akan menjadi wali / pelindung di dunia, Buya Hamka menjelaskan dg bercerita sbb :
Setelah delapan bulan, dalam tahanan saya ditimpa sakit agak parah, yaitu dysentri. Pihak penguasa (Rezim Soekarno) yang menahan saya segera memindahkan saya ke rumah sakit Persahabatan, hadiah Rusia kepada Republik Indonesia. Saya diberi kamar kelas 1, ditahan sambil diobati atau berobat sambil menjalani tahanan.
Saya dijaga ketat. Tetapi penjagaan yang ketat itu berlaku tidak sampai satu bulan. Sesudah itu sampai saya keluar dari tahanan limabelas bulan kemudian, polisi penjaga saya hanya datang sebentar, sesudah itu pergi.
Kalau saya orang yang berjiwa jahat, bisa saja saya lari karena tidak dijaga.
Setelah sebulan dalam tahanan itu salah seorang gadis jururawat yang datang memeriksai kesehatan saya kira-kira pukul 9 malam menceritakan bahwa diluar kamar saya tidak ada polisi yang menjaga lagi, sehingga kami jururawat banyak yang takut datang ke kamar bapak ini malam hari.
"Mengapa takut ..?! Apakah kalian ragu-ragu kepada saya, orang tua ini. Kerja saya sebelum tidur hanya membaca Al Qur'an..."
"Bukan itu bapak.., jangan bapak salah terima. Polisi yang menjaga bapak itu mengatakan kepada kami beberapa hari yang lalu bahwa mereka tidak berani lagi pergi mengawal kamar sakit bapak dari luar.
Karena ketika mereka datang didapatinya ada orang duduk di bangku tempat mereka biasa duduk.
Orang itu berbaju putih, bersorban. Melihat wajah orang itu hilang saja keberanian pak polisi itu mendekati kamar bapak.
Sejak itu bapak jarang dijaga diwaktu malam.
Kalau ada polisi datang menjaga, dia duduk bersama- sama penjaga keamanan rumah sakit, jauh di luar sana.."
Itulah beberpa pengalaman saya ( Buya Hamka).
Saya tidak berani memastikan apakah itu malaikat yang merupakan diri. Saya hanya memohon bahwa semuanya itu adalah kawan yang baik belaka.
(Tafsir Al Azhar, Tafsir Surat Fushshilat ayat 30, Juz 24 hal . 228 - 229)
Wallahu a'lam.. 😁🙏
Tidak ada komentar:
Posting Komentar